Pernahkah kamu mendengar kisah Muhammmad saw dengan khadijah, wanita
yang sangat beliau cinta, bahkan jika khadijah tidak meninggal tak mungkin
Muhammad saw menikahi wanita yang lain, apa kamu pernah mendengar kisah cinta
Ali Ra dengan Fatimah? Pernahkah kamu mendengar kisah kisah julaibib seorang
hamba sahaya yang menikahi seorang putri raja yang cantik atas perintah
Rasulullah saw. Ya semua kisah diatas menandakan bahwa semua lelaki-lelaki yang
datas mencintai perempuannya atas ketaqwaanya kepada Allah swt dan atas
sunnahnya Rasululullah saw.
Ya tepat pada tanggal lima juli 2017, aku memberanikan diri membawa
keluargaku untuk datang ke rumahmu demi menjalankan perintah RasulNya, aku tau
hal ini adalah hal yang lamu inginkan sejak lama dan maaf jika aku baru bisa
mmelaksanakan keinginanmu kemarin. Karena aku fikir proses ini adalah proses
yang sakral, dan dalam proses menuju hari tersebut membutuhkan keyakinan yang paten,
fikiran yang jernih untuk memikirkannya, karena aku akan mempunyai tanggung jawab
yang lebih kedepannya.
Tulisan ini tak lain atas niat suci yang terlalu besar hingga aku
tak mampu jika harus memikulnya terlalu lama, sendiri. Berawal dari niat suci,
hingga tak ingin jika sampai dikotori oleh kesalahanku yang bodoh ini. Dan
ingin ku akhiri dengan kesucian hati yang tak ternoda oleh rangkaian kata-kata
usang ini.
Jika kamu berkenan, Insya Allah, aku ingin sekedar bisa menyampaikan
niat tulusku untuk mengenalmu, mengenalmu, dan mengenalmu. Walau aku sungguh,
jika melihat diri ini, merasa tak layak jika harus mengenalmu. Karena jika
laki-laki yang baik memiliki 100 kriteria baik, aku hanya punya satu saja. Jika
laki-laki yang baik punya 1000 kriteria baik, aku hanya punya satu saja. Insya
Allah, aku hanya memiliki keinginan dan semangat untuk belajar. Karena untuk
urusan ilmu, tiada kata cukup dan berpuas hati hingga ajal menjelang.
Namun, jika tiada perkenan darimu, kurela dan ikhlas menerima
sepenuh hati, Insya Allah.
Maaf tak terkira kusampaikan, atas kelancangan dan kebodohan yang
tertulis dalam putihnya harapan ini. Rasulullah saw bersabda, "Diamnya
seorang wanita adalah persetujuannya." Tetapi jika ada diammu atas tulisan
ini, kuanggap sebagai tiadanya perkenanmu.
Ya Allah
Aku berdo'a untuk seorang wanita yang nantinya akan menjadi bagian
dalam hidupku. Seorang wanita yang sungguh-sungguh mencintai-Mu lebih dari
apapun, sehingga ia bisa mencintaiku apa adanya. Seorang wanita yang akan
meletakkanku di posisi setelah Engkau, RasulNya dan keluarganya Ya Allah.
Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga
untuk-Mu dan untukku. Seorang wanita yang memiliki hati yang bijak dan otak
yang cerdas. Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga
menghormatiku. Seorang wanita yang tidak hanya memujiku tetapi juga
menasehatiku ketika aku berbuat salah.
Seorang wanita yang mencintaiku bukan hanya karena ketampananku
tetapi lebih kepada hatiku. Seorang wanita yang mampu menjadi sahabat terbaikku
dalam setiap waktu. Seorang wanita yang dapat membuatku merasa sebagai
laki-laki sejati ketika ia butuh bantuanku.
Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang wanita yang membutuhkan doaku dalam setiap perjalanan hidupnya. Seorang
wanita yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi lebih sempurna.
Dan seorang wanita yang selalu membutuhkan senyum dan tawaku untuk mengatasi
kesedihannya.
Aku ingin meminta seorang wanita yang sempurna tidak hanya secara
fisik, tetapi juga memiliki hati yang sungguh-sungguh mencintai dan ingin
selalu dekat dengan-Mu Ya Allah. Aku juga meminta buatlah aku menjadi laki-laki
yang dapat membuatnya merasa bangga memilikiku. Berikanlah aku hati yang
sungguh-sungguh mencintainya seperti aku yang juga sungguh-sungguh mencintai-Mu
dengan seluruh cintaku. Namun yang paling penting, berikanlah ia hati yang
cantik. Sehingga ku kan selalu bersyukur atas segala kesempurnaan yang telah
engkau berikan.
Dan aku berharap engkaulah wanita itu, semoga
harapan ini sampai pada hari dimana ucapan akad tersirat dalam mulutku
dihadapan orang tuamu dengan lantang.
Dan bilamana akhirnya kami bertemu nanti, aku berharap kami berdua
dapat mengatakan, “Maha Besar Engkau Ya Allah, karena telah memberikan kepada
kami pasangan yang benar-benar membuat hidup kami menjadi lebih sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar