Senin, 10 Juli 2017

Untukmu yang ku khitbah

Pernahkah kamu mendengar kisah Muhammmad saw dengan khadijah, wanita yang sangat beliau cinta, bahkan jika khadijah tidak meninggal tak mungkin Muhammad saw menikahi wanita yang lain, apa kamu pernah mendengar kisah cinta Ali Ra dengan Fatimah? Pernahkah kamu mendengar kisah kisah julaibib seorang hamba sahaya yang menikahi seorang putri raja yang cantik atas perintah Rasulullah saw. Ya semua kisah diatas menandakan bahwa semua lelaki-lelaki yang datas mencintai perempuannya atas ketaqwaanya kepada Allah swt dan atas sunnahnya Rasululullah saw.
Ya tepat pada tanggal lima juli 2017, aku memberanikan diri membawa keluargaku untuk datang ke rumahmu demi menjalankan perintah RasulNya, aku tau hal ini adalah hal yang lamu inginkan sejak lama dan maaf jika aku baru bisa mmelaksanakan keinginanmu kemarin. Karena aku fikir proses ini adalah proses yang sakral, dan dalam proses menuju hari tersebut membutuhkan keyakinan yang paten, fikiran yang jernih untuk memikirkannya, karena aku akan mempunyai tanggung jawab yang lebih kedepannya.
Tulisan ini tak lain atas niat suci yang terlalu besar hingga aku tak mampu jika harus memikulnya terlalu lama, sendiri. Berawal dari niat suci, hingga tak ingin jika sampai dikotori oleh kesalahanku yang bodoh ini. Dan ingin ku akhiri dengan kesucian hati yang tak ternoda oleh rangkaian kata-kata usang ini.
Jika kamu berkenan, Insya Allah, aku ingin sekedar bisa menyampaikan niat tulusku untuk mengenalmu, mengenalmu, dan mengenalmu. Walau aku sungguh, jika melihat diri ini, merasa tak layak jika harus mengenalmu. Karena jika laki-laki yang baik memiliki 100 kriteria baik, aku hanya punya satu saja. Jika laki-laki yang baik punya 1000 kriteria baik, aku hanya punya satu saja. Insya Allah, aku hanya memiliki keinginan dan semangat untuk belajar. Karena untuk urusan ilmu, tiada kata cukup dan berpuas hati hingga ajal menjelang.
Namun, jika tiada perkenan darimu, kurela dan ikhlas menerima sepenuh hati, Insya Allah.
Maaf tak terkira kusampaikan, atas kelancangan dan kebodohan yang tertulis dalam putihnya harapan ini. Rasulullah saw bersabda, "Diamnya seorang wanita adalah persetujuannya." Tetapi jika ada diammu atas tulisan ini, kuanggap sebagai tiadanya perkenanmu.
Ya Allah
Aku berdo'a untuk seorang wanita yang nantinya akan menjadi bagian dalam hidupku. Seorang wanita yang sungguh-sungguh mencintai-Mu lebih dari apapun, sehingga ia bisa mencintaiku apa adanya. Seorang wanita yang akan meletakkanku di posisi setelah Engkau, RasulNya dan keluarganya Ya Allah.
Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk-Mu dan untukku. Seorang wanita yang memiliki hati yang bijak dan otak yang cerdas. Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku. Seorang wanita yang tidak hanya memujiku tetapi juga menasehatiku ketika aku berbuat salah.
Seorang wanita yang mencintaiku bukan hanya karena ketampananku tetapi lebih kepada hatiku. Seorang wanita yang mampu menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu. Seorang wanita yang dapat membuatku merasa sebagai laki-laki sejati ketika ia butuh bantuanku.
Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang wanita yang membutuhkan doaku dalam setiap perjalanan hidupnya. Seorang wanita yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi lebih sempurna. Dan seorang wanita yang selalu membutuhkan senyum dan tawaku untuk mengatasi kesedihannya.
Aku ingin meminta seorang wanita yang sempurna tidak hanya secara fisik, tetapi juga memiliki hati yang sungguh-sungguh mencintai dan ingin selalu dekat dengan-Mu Ya Allah. Aku juga meminta buatlah aku menjadi laki-laki yang dapat membuatnya merasa bangga memilikiku. Berikanlah aku hati yang sungguh-sungguh mencintainya seperti aku yang juga sungguh-sungguh mencintai-Mu dengan seluruh cintaku. Namun yang paling penting, berikanlah ia hati yang cantik. Sehingga ku kan selalu bersyukur atas segala kesempurnaan yang telah engkau berikan.
Dan aku berharap engkaulah wanita itu, semoga harapan ini sampai pada hari dimana ucapan akad tersirat dalam mulutku dihadapan orang tuamu dengan lantang.
Dan bilamana akhirnya kami bertemu nanti, aku berharap kami berdua dapat mengatakan, “Maha Besar Engkau Ya Allah, karena telah memberikan kepada kami pasangan yang benar-benar membuat hidup kami menjadi lebih sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Al-Kalaam - Almamnuu' min Ashorf

الكلام الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع اللفظ              : يلفظ باللسان المركـــــب            : تتركب من كلمتين أو أكثر المف...